Search

@rahendz's blog

The official Rahendra Putra K Weblog

Category

Mirrors

undefined

Hidupku sedang dalam perjalanan pulang dari titian kehancuran, beristirahat tenang dipangkuan bunda… Mendekapnya dan menghindari riaknya dunia, sekarang aku masih mencoba untuk bernafas lega dengan segala kepenatan dunia. Aku sekarang seperti ada yang membayangi, aku takut ketika aku berpaling maka ia akan berlari… Menjauh bahkan mungkin terjatuh. Tetapi aku akan mencoba untuk berjalan untuk mendampinginya dan memberikannya yang terbaik meski aku tak bisa mengakuinya dengan apa yang kau punya… Ya bunda, berikan aku arah yang jelas. usap mataku dan beningkan lah pandanganku akan dunia ini….aku tak tahu mana yang harus aku putuskan untuk melangkah.

my hole life

Hidupku kini tak jelas ujung pangkalnya, segalanya menjadi tak terarah. Menjadi buta di terik yang menyengat, begitu gelap. Hidupku kini menjadi lebih rumit dari sebelumnya, aku tak tahu harus memulai dari mana untuk menganalisa dan tak tahu harus mengakhiri dimana untuk menyelesaikan semua hal ini. Aku seperti terjebak dalam lumpur hidup diaman ketika aku akan bergerak keluar maka ia akan lebih giat untuk memakanku hidup-hidup namun jika aku hanya berdiam maka aku tak akan pernah keluar selama-lamanya. Aku seperti berdiri diantara dua mulut singa yang menganga kelaparan, bukan tak mungkin aku melarikan diri tapi sangat mustahil untuk menyelamatkan diri. Hanya angin ini yang masih membantuku untuk tetap hidup dan bernafas, sekarang pandanganku hanya 20% di jalan. Jalan diamana aku sedang melalui hariku-hariku dengan kebisingan, sedangngkan 80% adalah kekosongan, hampa.

between dark and light

Kenapa, untuk akhir-akhir ini aku merasa tak nyaman… Semua terasa beda, jauh berbeda untukku lagi…. Dimanakah teman-temanku yang dulu pernah tertawa denganku, teman yang dulu pernah beduka bersamaku, teman yang dulu pernah hancur bersamaku, teman yang dulu pernah bangkit bersamaku, teman yang selalu mengisi hari-hari dengan kebersamaan. Kini hampa menyelimuti sang pujangga, menepis semua kodrat, ingin alihkan perhatian dengan kemayaan, sadarlah…, Semua kini tak mungkin lagi kembali, hadapilah apa yang kini dihadapkan padamu, namun…, ingin rasanya kembali seperti dulu. Ketika aku memulai keterpurukanku dalam dunia yang suram, dunia dimana semua terlihat ringan, dunia dimana aku mampu lepaskan beban, dunia dimana semuanya mampu pahami aku sepenuhnya, dunia dimana aku memiliki teman meski tak selurus jalan berkabut, dulu aku hanya memiliki satu jalan, jalan tanpa kabut namun berkelok-kelok dan terjal. kini…, saat aku kembali pada arahku, kenapa semua hampir kembali ke masa lalu, apa yang memanggilku, akankah ku kembali seperti dulu lagi? Jujur, aku rindu akan keduluanku lagi….keduluanku yang hampir tak ada batasan akan kehidupan normal. Adakah sayap putih yang akan membawaku kembali ke jalan otakku yang seharusnya? Akankah ada lingkar cahaya yang menerangi penglihatanku akan kehidupan nyata sekarang? Akankah ada surban yang kan melindungiku dari sengatan kebiadaban itu..lagi? Jiwa, berikanlah aku jawaban!

my correction of life

Kenapa setiap kali aku ingin menikmati indahnya hidup bersama seseorang selalu saja kembali aku merasakan ada orang lain yang membuatku bimbang, kenapa? Dulu saat aku ingin mencari seseorang tak ada satu pun yang mampu membuatku tergetar dan tak ada yang mencoba memerikan asanya padaku namun setelah aku menemukan seseorang kenapa mereka tiba-tiba datang begitu saja kekehidupanku. Akankah ini jalan hidupku, jalan hidup yang seperti tipatkai dalam serial sungokong di tv. Tidak, itu hanya fiktif. Tidak cocok tergaris dalam kehidupan nyata, kita harus berfikir rasional. Namun apa daya, ini lah jaan hidupku… Jalan hidup yang aku ambil meski memiliki resiko yang fatal. Kini aku mulai bimbang dengan semua keputusan ku yang beberapa waktu lalu sudah aku anggap matang dan valid, tuhan… Aku tidak menyalahkanMU karena aku tahu itu keputusanMU dan dibalik semua itu pasti ada makna dan hikmahnya namun apa ENGKAU tidak merasakan bahwa hambaMU ini tidak sanggup dengan cobaan yang ENGKAU berikan ini. Jika ENGKAU tetap memberikan cobaan ini kepada hamba maka permudahlah, berikan hamba jalan keluar yang terbaik, jalan keluar yang ENGKAU ridhoi, jalan keluar yang ENGKAU rahmati. Untuk semua, maaf bila aku sedang menjadi orang yang diambang kebimbangan karena kau pun tak tahu kenapa aku sekarang sedang berada pada posisi yang berat itu, berat untuk jiwaku. Untuk semua sahabat dan temanku, bimbing aku dalam kehidupanku… Karena hanya kalian yang mampu membawaku kekenormalan dunia, tanpa kalian aku hanya seseorang yang tersesat dan tak tau arah. Hari ini aku masih terbayang-bayang mimpi burukku yang dulu pernah aku pendam untuk selama-lamanya, aku berharap itu tak menggangguku namun sekarang semua terlanjur menguak dan membuatku bisu, tuli dan buta.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Just Another Thought

perjalanan jemari dalam rentang yang berbeda

Afriq Yasin Ramadhan

Media curhatan digital

denandika

learning for around the world