Alkisah. Disuatu siang nan terik. Tertidur seorang manusia kebo. Ini bukan manusia jadi-jadian setengah kebo, melainkan manusia yang punya sifat kaya kebo karena sarapan sehari-harinya adalah molor. CATET! bukan kolor tapi molor, beda jauh. Dalam sepersekian detik itu juga ia bangun (mungkin kerasa sedang digosipin – red), dan menggeliat sebentar sambil ‘ngucek-ucek’ matanya karena takut matanya ga bisa melek gara-gara kelamaan tidur.

Ia duduk sebentar dengan dalih masih ‘aras-arasen’ jadi loading bentar dulu, maklum RAM otaknya hanya 128MB jadi perlu waktu yang lama untuk bisa fokus dari masa hibernate-nya. Kemudian setelah merasa pemanasan dambil duduknya selesai, ia mulai melihat jam di dindingnya yang bila diperhatikan jam nya ‘mblandang’ satu seperempat jam. Jam dinding memang sengaja ia ‘blandang’-kan agar siapa tau nanti jika ia bangun kesiangan dan melihat jam dindingnya, ia akan keburu-buru dimana sebenarnya ia masih memiliki waktu satu jam untuk siap-siap.

Tetapi meski begitu ia tetap sadar bahwa jam itu ‘blandang’. Saat itu jam 12, berarti jam sebenarnya adalah jam 11 kurang 15 menit. Ia menarik nafas lega karena hari ini ia tidak terlambat ke kampus ‘terpaksa-menjadi-kesayangan’ -nya. Ia bersiap diri, mandi dan makan siang. Dandan ala kadar-nya dan ‘manasi’ motor kawakaki RR merah-nya. Setelah cukup panas kemudian ia matikan dan masuk ke dalam rumah untuk bersiap berangkat ke kampus.

Ia matikan semua peralatan elektriknya. Memakai jaket bergambar serigala buta dan terakhir sepatu. Kemudian disaat yang bersamaan saat ia menutup pintu kamarnya dan hampir memakai helm kesayangannya. Ia merasakan hawa panas dari dalam tubuhnya. Keringat dingin keluar dari setiap pori-pori ditubuhnya. Kakinya gemetar tiada duanya. Wajahnya pucat. Dan perutnya seperti dipukul-pukul. Ia kemudian bergumam bahwa virus ini datang disaat yang tidak tepat.

Virus ini sudah diidapnya sejak kecil dan sering kambuh disaat yang tidak tepat. Seorang spesialis mengatakan bahwa ini adalah virus yang umum, virus ini bernama virus B-O-K-E-R. Virus ini merupakan virus yang seharusnya berlangsung rutin dikehidupan manusia. Ia memahami itu, tetapi yang membuatnya tidak habis pikir adalah rutinitas ini datang setiap kali ia akan melakukan hal yang penting dimana salah satunya adalah berangkat ke kampus. Sehingga mengharuskan ia untuk melakukan penyembuhan total selama berjam-jam dan mengorbankan jadwal kuliahnya lewat begitu saja. Baginya, Inilah virus yang membuatnya menjadi orang yang di cap sebagai MAHASISWA-ANTI-KULIAH’. Kemudian ia menyebut virus ini sebagai KUTUKAN atau RUTINITAS PEMBAWA PETAKA
.

Advertisements