Search

@rahendz's blog

The official Rahendra Putra K Weblog

Month

April 2008

my last exam. thank god.

Hmm, hari yang menggembirakan. Lebih menggembirakan dari biasanya. Hari ini adalah hari terakhir saia ujian. Hehehe. Dengan gaya berdiri seorang pahlawan ala bajak laut diujung kapal dengan tangan terlipat didepan dada dan sambil berkata, “I’m a hero“. This is my totally new record of exam. Menilik semester sebelum-sebelumnya yang sedikit rada-rada jauh dari normal, err… artinya yah parah banget deh. Okey, saia jelaskan. Kita berasumsi bahwa mata kuliah yang diujiankan ada 8 mata kuliah. Nah, sedangkan pada kartu ujian kolom yang ditandatangani hanya 1 dari ke-8 mata kuliah yang diujiankan itu. Jadi, secara otomatis (jadi ga pake gigi perseneling) saia cuma ikut satu ujian mata kuliah saja. Kebayang donk, kerennya saia dimata dosen-dosen.

Nah, back to present. New record yang saia bicarakan ini adalah keikutsertaan saia dalam ujian MID-TEST ini. Yang biasanya saia paling males kalo disuruh bangun pagi, dengan semangat yang gegap gempita akhirnya bisa bangun pagi. Yang alhasil semua mata ujian saya arungi tanpa ada yang terlewat. Kesan pertama, C-A-P-E-K. Tapi itu setimpal, so it’s fine for me. Nah, today-hari ini-saiki, adalah the last day of Fu(**)ckin’ exam. Akan tetapi hari ini bukan ujian yang terlalu berat untuk otak sekecil anak-biji-kacang ini, mata ujian kali ini adalah Pemrograman Internet. Hmm, mata kuliah yang mencekik otak.

But it’s ok, semalaman saia sudah membuat juice pembangkit semangat belajar yang saia kasih nama IQ-jongkok-minta-ilmu-juice, dan bukan sulap bukan sihir, sekarang otak saia bener-bener encer (sampai keluar dari kuping) buat ngadepin soal yang bagaimana pun wujudnya. Berangkat ke kampus dengan berbagai persiapan. Senjata untuk ujian sudah dipersiapkan dan stand-by didalam tas cangklong saia. Saia berangkat dengan si mrthanks, tentu saja nebeng karena mumpung si doi mampir ke rumah sebelum saia berangkat ujian. Judulnya, kita-menempuh-mata-ujian-yang-sama.

Sebelum nyampe dikampus kita transit ke kos pakdheno. BOK(**)ER sebentar dan ambil sepatu. Sesampainya dikampus, saia disambut dengan kesunyian kampus. DODOL, ujian udah mulai! Kita berdua lari kaya anjing dikejar maling, naik ke lantai 3 kampus. Sialnya kampus ga ada rencana buat nambah fasilitas eskalator atau lift, jadilah kita ngos-ngosan pas udah sampai dilantai atas. Wira-wiri nyari kelas, saia dan mrthanks mencoba menelisir daftar nama mahasiswa yang ditempel didepan pintu ruangan ujian. Akhirnya tiba di kelas terakhir untuk di check, yeap… ini kelasnya. Tapi anehnya nama saia tidak tercantum disana. Hanya ada nama mrthanks.

Saia berfikir sejenak. Bukankah seharusnya saia satu ruangan dengan mrthanks. Tapi nama saia kok tidak ada. Saia kalap. Mencoba kembali ke kelas sebelumnya dan berharap nama saia ada disana. Berkelebat kesana kemari seperti BATMAN yang bolak-balik ke kos-kosan gara-gara lupa njemur GENTENG karena semalam kehujanan. Setelah capek dan nambah ngos-ngosan, nama saia tetap tak kunjung ketemu. Atas saran mrthanks, saia men-check kartu ujian saia dan BANG!! seperti tertampar oleh kaki pesepakbola dunia lengkap dengan sepatu pinjeman dari polisi keamanan lapangan. Ternyata mata ujian ini tidak ada dalam daftar mata ujian yang tercetak di kartu ujian.

Masih dengan terbingung-bengong. Saia coba mengkalkulasi. Seharusnya dijadwal saia tercantum mata kuliah ini. Dan bodohnya, kenapa saia tidak menyadari hal ini sejak awal saat menerima kartu ujian ini. Dasar sial. Kejadian yang dramatis ini menjadi guyonan di kos-kosan, tetapi ini tak lantas menjadi beban mental untuk saia. Saia tetap bangga dengan rekor tanda tangan pengawas ujian yang memenuhi kartu ujian saia kali ini. Hahahaha.

Bahkan detik ini saia tambah kaget, karena hal ini tidak semata-mata terjadi pada diri saia. Banyak di ujian sebelumnya bahkan semester sebelumnya mengalami hal yang sama. Anehnya lagi, diujian MID kali ini ada teman sekompi saya yang juga mengalami hal yang sama persis meski beda mata ujian. Yaitu ilhamsaibi, dan hal itu juga ia ceritakan di postingannya. Dunia ini memang berputar dengan aneh atau jangan-jangan dunia ini berputar sambil goyang ngebor, jadi jalan cerita hidup ini terasa lebih aneh. OYA (Oh Ya Allah – bukan lagi OMG), kok bisa ya.

Advertisements

study class = snack

Niat hati menghadapi MID-TEST. Bersama membuat kesepakatan untuk belajar bersama. Saya, mrthanks, pakdheno, dan alan. Orang-orang cerdas (kecuali saya) yang butuh bimbingan batiniah dan otakniah untuk menghadapi MID-TEST. Berguru pada salah seorang kawan, cewek tentunya, demi mendapatkan pemahaman materi yang akan diujiankan besoknya. Kabar burungnya dia adalah dukun pelajaran yang lumayan afdhol.

Pontang-panting, ngalor-ngidhul, dan ngiwo-nengen ga jelas untuk sekedar mencari choki-choki. Senjata pamungkas. Sesajen yang paling utama dan merupakan pantangan untuk dilupakan. Digunakan untuk sesembahan agar nantinya pemahaman bisa mudah diterima dan dimengerti. Namun memang dasar sesajen aneh. Mulai dari garis start dan hampir menuju ke garis finish. Sesajen pun tak didapat satu pun. Kita diperjalan sudah hampir frustasi. Keringat dingin bercucuran dan berceceran. Badan menggigil. Kaki gemetar. Kalo ini siy penyakit masuk angin!! Jadi setelah pencarian sesajen yang terbilang gagal maka mau tidak mau kita harus mencari sesajen pengganti.

GORENGAN! senjata andalan orang-orang yang maniak dengan angkringan. Senjata ampuh dikala ‘blangkemen’ dan pengen ngemil sesuatu yang tidak mengandung kolesterol tinggi (INGAT!! Kolestor tinggi!! jadi tetap mengandung kolesterol meski tidak tinggi). Garis finish dicapai. Sesajen pun sudah diserahkan. Pemahaman materi dimulai. Konsentrasi penuh, gas pol! Makin lama, makin tidak mudeng. Walhasil, mencomot sesajen yang sudah dihidangkan diatas meja meski masih ada dalam tas plastik. Itung-itung refreshing. Namun, seperti kecanduan. Gorengan itu kalo berhenti maka mulut jadi kerasa pahit. So otomatis, sesajen diembat habis. Meski saya sendiri tak makan satu pun dari sesajen yang tampak menggiurkan itu.

Pulang. Ilmu dari dukun sakti ini agaknya kurang meyakinkan. Bagaimana tidak. Sepulang dari sana bukan tambahan ilmu yang kami dapatkan malah beberapa cemilan. Itu pula sekalian ‘lodong’-nya. Tidak dapat diekspresikan. Tetapi saat ujian materi tersebut dilakukan, nampaknya kesuksesan ada ditangan saya. Tidak sia-sia saya dan beberapa kawan pergi ke dukun sore itu. Namun saya sangsi, apakah kesuksesan yang saya alami juga dialamai oleh 3 kawan saya itu. Karena jujur saja, kesuksesan saya adalah sukses untuk tidak mengerjakan soal satu pun dan itu tidak membuat kejiwaan saya terganggu. Haha.

EXAM. Jahanam !!

Perang telah dimulai. Tepat Hari Selasa kemaren. Mungkin jika beberapa orang sedang mempertentangkan dan memperdebatkan Film Fitna yang sekarang lagi nge-Hits dan sempat masuk ke jajaran TOPTEN list di indonesia dengan kategori film paling pendek dan koreografer yang terbilang buruk. Maka untuk saya sendiri sedang mempertentangkan Ujian Tengah Semester yang membuat saya kelimpungan tiada tara dan tiada dua. Karena memang tidak mau diduakan. Sekedar Flashback saja, awal Semester ini dimulai dengan pendaftaran kuliah online dan praktikum online. Itupun terlambat. Seperti pahlawan kesiangan yang datang lengkap dengan pakaian ala Superman akan tetapi tanpa celana dalam merah, bukan karena orang indonesia melainkan sedang dijemur karena semalem ngompol dan mimpi basah. Bukan mimpi basah ala penjahat kelamin berhidung belang. Lebih tepatnya mimpi basah, mimpi sambil basah-basahan gara-gara rumah kebanjiran.

Syuuuut!! Pahlawan kesiangan pun datang. Ia menengok kanan kiri. Hmm, sunyi. Ternyata pendaftaran kuliah dan praktikum Online untuk angkatan saya sudah dilakukan pagi tadi. Sial. Terpaksa dengan semangat yang setengah mengebu-gebu, saya terbang kesana-kemari. Karena birokrasi pendaftaran Praktikum online dirubah maka alhasil pendaftaran online hanya bisa dilakukan keeesokan harinya. Terpaku, terpana, dongkol dan membatu lengkap dengan suara gelegar dan awan kelabu. Besok?! Oh tidak… bisa-bisa besok bakal kehabisan kelas.

Singkat cerita. Pendaftaran sudah dilaksanakan dan sukses dengan keterpaksaan. Kelas masih sempat dapet namun sisa. Jadwal tabrakan semua. Berantakan. Kayak kapal pecah. Mengerikan. Keadaan ini bila dirumuskan secara fisika maka JADWAL PRAKTIKUM + KULIAH berbanding lurus dengan ABSEN + MALES + INHAL. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hak cipta untuk males dan inhal sudah menjadi milik saya. Bangga memiliki sebuah hak cipta namun nelangsa karena hak cipta yang tidak membanggakan. Memang bukan salah bunda mengandung tetapi salah bapak menaruh burung. Eit, menyesali bukan kebiasaan saya. Tetapi dengan begini saya mencoba untuk memperbaiki. Huh, tapi mulai darimana??

Akhirnya keputusan final. Fiksasi dimulai dari perkuliahan. Meski masih sering bolos tetapi angka tidak masuk kuliah bisa ditekan hingga maksimal. Dan deposito inhal saya juga tidak seburuk semester kemarin. Haha, perbaikan sudah dilakukan maksimal. Tinggal tunggu dampaknya, apakah akan menuju ke positif ataukah ke negatif?? Memasuki tengah semester. Tidak terasa hampit setengah semester ini sudah saya arungi dengan innocent. Bangsat. Apa saya terlahir dengan indera perasa yang kurang?? Hmm, it’s ok. Tetap tenang, ambil nafas. Whooosah!!

Episode berikutnya adalah MID-TEST. Dari selasa kemarin, otak ini rasanya sudah kering. Memori sepertinya sudah hilang permanen. Mungkin karena suhu sekitar otak yang meningkat. Atau kinerja otak yang berlebihan. Berangkat ke kampus dengan melongo. Masuk kelas. Melihat soal dan ‘PUFF!’. Saya tiba-tiba sudah diluar ruangan. Secara reflek saya sudah diluar rungan ujian. Ini seperti sebuah komputer yang dibebani memoru yang berlebih dan akhirnya restart. Menyedihkan. Hingga hari ini hanya satu yang saya fikirkan, menyelesaikan semua hal yang tertinggal diiringi obsesi kelulusan yang tidak boleh terlalu di-delay. Semangat!

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Just Another Thought

perjalanan jemari dalam rentang yang berbeda

Afriq Yasin Ramadhan

Media curhatan digital

denandika

learning for around the world