Search

@rahendz's blog

The official Rahendra Putra K Weblog

Month

October 2007

undefined

Hidupku sedang dalam perjalanan pulang dari titian kehancuran, beristirahat tenang dipangkuan bunda… Mendekapnya dan menghindari riaknya dunia, sekarang aku masih mencoba untuk bernafas lega dengan segala kepenatan dunia. Aku sekarang seperti ada yang membayangi, aku takut ketika aku berpaling maka ia akan berlari… Menjauh bahkan mungkin terjatuh. Tetapi aku akan mencoba untuk berjalan untuk mendampinginya dan memberikannya yang terbaik meski aku tak bisa mengakuinya dengan apa yang kau punya… Ya bunda, berikan aku arah yang jelas. usap mataku dan beningkan lah pandanganku akan dunia ini….aku tak tahu mana yang harus aku putuskan untuk melangkah.

Advertisements

if (Andai)

Hati berkelana jauh ke utara, mendatangi telaga bening
yang dulu pernah mengalir didekat dimana aku berteduh.
Aku begitu rindu dengan basuhannya yang sejuk
hingga mampu tenangkan hatiku yang sering sekali
tak stabil, karena kekalutan lebih sering mampir dan
bercengkrama dengan hidupku daripada ia hanya sekedar
berteduh, menyeduh teh hangat dan kemudian pergi.
Aku tak tahu apakah rasa rindu ini hanya rindu biasa
seperti kekeringan yang rindu akan hujan ataukah
rindu yang istimewa seperti manusia yang rindu akan
kekasihnya. Sejenak aku bercermin di permukaan air mu,
dan aku melihat diriku sedang menyanding wujud manusiamu.
Kau begitu indah kala senyummu tersungging kecil
di wajah yang terbalut kerudung putihmu.
Kita sebenarnya tahu akan perasaan masing-masing,
tetapi kita berbeda. Tak mampu saling menyanding diantara
rekaan waktu, kita hanya mampu untuk saling menemani dan
bercerita mengenai kehidupan masing-masing.
Andai kau benar-benar ada disampingku saat itu,
dengan ujud manusia mu seperti saat itu, saat dimana
kau menemani ketika aku membasuh wajahku dengan air mu.
Maka jalan hidupku yang berat ini akan tak terasa
menyakitkan pundakku, namun andai bukanlah nyata.
Hanya angan-angan dari manusia yang membutuhkan
ketenangan hidup dalam ruwetnya dunia.

my hole life

Hidupku kini tak jelas ujung pangkalnya, segalanya menjadi tak terarah. Menjadi buta di terik yang menyengat, begitu gelap. Hidupku kini menjadi lebih rumit dari sebelumnya, aku tak tahu harus memulai dari mana untuk menganalisa dan tak tahu harus mengakhiri dimana untuk menyelesaikan semua hal ini. Aku seperti terjebak dalam lumpur hidup diaman ketika aku akan bergerak keluar maka ia akan lebih giat untuk memakanku hidup-hidup namun jika aku hanya berdiam maka aku tak akan pernah keluar selama-lamanya. Aku seperti berdiri diantara dua mulut singa yang menganga kelaparan, bukan tak mungkin aku melarikan diri tapi sangat mustahil untuk menyelamatkan diri. Hanya angin ini yang masih membantuku untuk tetap hidup dan bernafas, sekarang pandanganku hanya 20% di jalan. Jalan diamana aku sedang melalui hariku-hariku dengan kebisingan, sedangngkan 80% adalah kekosongan, hampa.

complicated

hi, blog world. Dah lama, dan lagi-lagi aku aku berlibur untuk sekedar walking arround di dunia mu. Selama ini aku sedang berfikir tentang liku hidupku yang aku rasa sekarang semakin menikung tajam, jika dikatakan kalau hidupku ini seperti pesawat terbang maka ia sedang mengalami pendaratan darurat dan sedang dalam perbaikan sebelum ia takeoff lagi ke angkasa. Ini semua tentang dia, aku berkali-kali dibuatnya bingung dengan keadaan antara aku dan dia. Aku terlalu takut untuk memutuskan, apakah iya atau tidak? aku seperti berdiri di depan pintu yang terbuka lebar tetapi takut untuk mendatanginya, aku selalu berfikir apakah aku menyambutnya, memegang gagang pintu dan keluar ataukah hanya tetap berdiri melihatnya dilewati oleh orang lain selain diriku, menutup pintunya dan meninggalkan aku sendiri dalam ruang gelap. Memang aku seharusnya menjauhi dan meninggalkannya untuk kebaikannya, tetapi apakah memang harus? yang menjadi pertanyaanku adalah apakah jalanku ini menyakitiku atau menyakitinya? karena akan lebih baik untuknya jika hanya aku saja yang merasakan sakit itu, karena perlu diketahui aku lebih tahu dan jauh lebih mampu mengatasi rasa sakit daripada dirinya. Aku harap dengan jarakku saat ini dengannya bisa membuatnya berpaling dariku dan menemukan sesorang yang lebih cocok darinya dan berharap bahwa seseorang itu adalah jodoh baginya, karena aku telah merasa bahwa ku tak ditentukan jalan takdir untuk menjadi jodoh hidupnya. Mungkin bagi orang yang membaca coretanku ini akan berfikir bahwa jalan hidupku ini hanya jamur yang biasa tumbuh meski sudah dibersihkan, mungkin itu hanya masalah waktu. Tetapi bagiku masalahku sudah terlalu rumit untuk aku susun kembali, duniaku seperti puzzle. Mengembalikan hidupku menjadi jernih perlu jerih payah yang lebih, ini layaknya seperti menyusun bata diatas sampan karena semuanya akan menjadi berantakan ketika gelombang laut tak setenang daratan. Tetapi aneh memang karena ketika melihatku dan mendengar apa yang aku bicarakan sehari-harinya, mereka tak bisa pikir dengan keadaanku yang sekarang. Karena mereka melihatku seperti tanpa beban dan mampu berfikir tenang, tapi percayalah bahwa aku jauh lebih pening tentang hidupku sendiri daripada kalian dan hidup kalian. Tetapi aku akan selalu ada untuk kalian, dan ga akan pernah bosen untuk membantu kalian dan hidup kalian namun jangan usik kehidupanku karena hanya aku dan masalahku yang boleh mencampurinya. Bukan maksud ku untuk melarang kalian membantuku tetapi inilah hidupku, inilah jalanku, jalan dimana aku harus berdiri sendiri dan tetap survive untuk segala keadaan untuk segala liku yang terbentuk berikutnya.Yang aku butuhkan dari kalian hanya doa agar aku lebih tabah dan tawakal, serta diberi kekuatan, ketenangan dan kecerahan dalam menghadapi setiap ujian. Karena, semoga dan harus kita yakini bahwa Tuhan selalu adil, ada sebab ada akibat.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Just Another Thought

perjalanan jemari dalam rentang yang berbeda

Afriq Yasin Ramadhan

Media curhatan digital

denandika

learning for around the world