Search

@rahendz's blog

The official Rahendra Putra K Weblog

Month

September 2007

nothing to say

Menjalar ke hati dengan perlahan, menelusup dan membasuhnya dengan perlahan. Menemani kala sang penyendiri tak berkawan dan kala perenung tak mampu tersenyum. Menanti akan keajaiban, menunggu kepastian sang hati yang mendambakan kenangan akan rahasia ilahi. Sudahi dengan kerapuhan atas awal yang tak berujud, mampu katakan sepatak kata yang membuat dunia menjadi terpenuhi oleh imajinasi cinta. Tebarkan kasih sayang diantara kerumunan orang yang saling bermusuhan, berharap sebuah kericuhan berbenih ketenangan jiwa. Membuka lembar lalu dan pelajari sejenak, memahami apa yang harus dilakukan dan tidak untuk dikerjakan hanya demi ketidakinginan yang terulang untuk kesekian kalinya. Bukan, bukan itu yang diperdebatkan namun ini masalah hati. Embun mulai sentuh kelopak hati dan membuat kesejukan ditepinya namun ia takut membuka karena takut akan menghancurkan kebeningan embun itu, sangat disayangkan pabila embun sejuk yang masing berkilau bagai intan terkontaminasi dengan keburukan. Mencoba untuk menahan, namun meski tersimpan semua ini tetap bergejolak menahan rasa yang seharusnya tak pernah ada. Memiliki jalan pikiran yang dewasa memang tak mudah terlebih untuk menghadapi hal yang semacam ini, hal yang bagi beberapa daun dan ranting mampu membuat bersenandung dan menari riang. Tak mampu ku pungkiri dengan hati tetapi aku tak boleh meyakininya karena embun itu bukan milikku untuk saat ini, belum dan jangan.

I’m back dude

hey all, how do you do right know?…lamo tak jumpo, hahahaha…emm, kalo di itung-itung, sekarang kita udah masuk ke hari 5 dari bulan Ramadhan yang sekarang lagi menjamur…yah paling untuk satu bulan ini, tau sendiri lah bulan Ramadhan itu cuma setaon sekali..yah kaya bulan-bulan biasanya lah. emang ada bulan Januari 2 kali setaon, kalo iya enakan gue donk bisa ulang tahun 2 kali…khukhukhu. Bulan suci yang penuh rahmat dari Allah SWT, bulan penuh berkah. sebenernya kalo dirasa bulan puasa taon ini ma 2 taon yang kemaren ga seseru waktu aku masih duduk di kelas 2 SMA, ga tau kenapa..tapi that time, kayanya puasa tu ada serunya, ada maknanya, ada ceritanya pokoknya semua deh ada disini…lho kok?! ya gitu, jadi yang sekarang tuh ramadhannya kerasa sepi, hambar, manis, pahit, dingin, yang panas…yang panas…, yang dingin, kacang…kacang…, rokok….lho kok malah jadi jualan ..ah udahlah, lagi puasa niy..jangan mikirin makanan terutama rokok, rasanya kalo inget tuh kata jadi pengen….AAAAAAAAAAAAAAAAKKKHHHHHHHH, teriak sekenceng-kencengnya…gimana mo enggak, coba pikir..aku kan dulu pernah..akh gak lah, masa aib dibuka ke orang lain, intinya aku kudu ‘ngudud’…coz udah kaya kebutuhan atas pelarian dari yang ‘lain’nya….yee, malah curhat niy. oh iya, hari kemaren otak aku sempet trouble..ga tau kenapa, mungkin prosesornya pake AMD kali ya..jadi cepet panas lagian niy RAM otakku juga cuma pas-pasan…but it’s ok for now, coz niy otak udah di instal ulang man! wuih, rasanya fresh abisssss deh….oh iya, aku posting ini juga sekalian nyoba template baru dari blog aku yang agak semrawut kemaren….maklum lah, masih amatiran gethoo..!! udah ahh….capek niy ngomong terus….

losted soul

Manusia kini berkarat, memecah kebisingan malam hari. Kabut berjalan pelan menyelimuti nafas kehidupannya, pelan tapi menikam. Hidupnya yang kini ia rasa telah lebih baik justru menunggunya dengan tangisan dan ratapan. Dalam hatinya kini berkecamuk sebuah intrik, antara memilih sebuah keyakinan. Kini sendiri bernaung dalam wajah cerianya, percayalah! Hanya jiwanya lah yang tau akan kehancurannya. Sejak 3 tahun ia sudah menjadi onggokan sampah tak berguna dan kini akankah lebih baik…dirasa ‘tidak!’. Kebangkitan yang dulu pernah terjadinya hanyalah awal kehancuran yang lagi-lagi menghimpit nafasnya yang tak terlalu panjang untuk dihirup. Sekarang daun pun tak mampu lagi bernyanyi disampingnya karena dinginnya hidup yang baru ia jalani sekarang. Kenapa saat ia menutup kelopak matanya untuk sepersekian detik saja dan berharap semuanya berubah menjadi lebih baik meski untuk sekejap saja sangat begitu sulit, di raut wajah riangnya tersimpan sebuah kegaluan yang sekarang bisa diibaratkan seperti merapi untuk saat ini. Ia tampak tertawa, namun disisi lainnya ia meringis kesakitan. Ia tampak riang, namun disisi lainnya ia sedang menangis. Ia tampak tegar, namun disisi lainnya ia sedang berdiri dengan kaki yang gemetar. Apakah? Dunia sudah menampakkan kekejaman dalam jiwnya…..akankahkehidupan disekitarnya tau akan kerapuhannya, akan kelemahannya, akan kekurangannya. Tangannya kini pun tak mampu lagi merengkuh setengah hatinya yang selama ini dicarinya, ketakutan yang membuatnya tak berani untuk ulurkan tangannya terlalu panjang. Mungkin sekarang hanya ada hitam dalam keningnya dan kekecutan dalam mulutnya.

between dark and light

Kenapa, untuk akhir-akhir ini aku merasa tak nyaman… Semua terasa beda, jauh berbeda untukku lagi…. Dimanakah teman-temanku yang dulu pernah tertawa denganku, teman yang dulu pernah beduka bersamaku, teman yang dulu pernah hancur bersamaku, teman yang dulu pernah bangkit bersamaku, teman yang selalu mengisi hari-hari dengan kebersamaan. Kini hampa menyelimuti sang pujangga, menepis semua kodrat, ingin alihkan perhatian dengan kemayaan, sadarlah…, Semua kini tak mungkin lagi kembali, hadapilah apa yang kini dihadapkan padamu, namun…, ingin rasanya kembali seperti dulu. Ketika aku memulai keterpurukanku dalam dunia yang suram, dunia dimana semua terlihat ringan, dunia dimana aku mampu lepaskan beban, dunia dimana semuanya mampu pahami aku sepenuhnya, dunia dimana aku memiliki teman meski tak selurus jalan berkabut, dulu aku hanya memiliki satu jalan, jalan tanpa kabut namun berkelok-kelok dan terjal. kini…, saat aku kembali pada arahku, kenapa semua hampir kembali ke masa lalu, apa yang memanggilku, akankah ku kembali seperti dulu lagi? Jujur, aku rindu akan keduluanku lagi….keduluanku yang hampir tak ada batasan akan kehidupan normal. Adakah sayap putih yang akan membawaku kembali ke jalan otakku yang seharusnya? Akankah ada lingkar cahaya yang menerangi penglihatanku akan kehidupan nyata sekarang? Akankah ada surban yang kan melindungiku dari sengatan kebiadaban itu..lagi? Jiwa, berikanlah aku jawaban!

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Just Another Thought

perjalanan jemari dalam rentang yang berbeda

Afriq Yasin Ramadhan

Media curhatan digital

denandika

learning for around the world