Search

@rahendz's blog

The official Rahendra Putra K Weblog

Month

January 2007

it was empty

Hari ini adalah hari yang membingungkan untuk aku, kini aku terpilih untuk menjadi pemilih yang harus dihadapkan kepada dua hal yang harus aku pilih dengan sangat hati-hati. Dua hal yang memiliki kesamaan, kepemilikan. Kini aku diharuskan memilih hal yang dulu ingin aku miliki dan sekarang ingin aku miliki. Dua hal antara obsesi dan keinginan, antara nafsu memiliki dengan memiliki dalam konteks yang sebenar-benarnya. Mungkin semua orang telah berfikir bahwa hidupku selalu penuh dengan keberuntungan, selalu penuh dengan kemudahan, selalu penuh dengan ketenaran, selalu penuh dengan kebanggaan namun mereka salah total karena aku adalah diri yang penuh dengan kemunafikan belaka.

Kini aku terpaut pada hal yang membuat hidupku berhenti untuk sekian waktu, mematung. Seperti apa kata temanku, “hidup itu lingkaran setan!”. Tak tau apa ia berkata benar atau hanya terinspirasi dari kata-kata lain. Tapi buat aku, hidup memang lingkaran setan, sejauh kita melangkah akhirnya kita akan dipertemukan pada titik yang sama. Perubahan akan tejadi bila kita mampu keluar dari lingkaran setan itu sendiri, dengan keinginan untuk mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik dan mencoba untuk tidak terjatuh pada lubang yang sama setidaknya ketiga kalinya. Bodoh jika aku masih menyisakan kebimbangan dalam diriku, karena hidup harus memiliki prinsip dan kepastian akan hidup kita hingga akhirnya kita mampu menikmati kerja keras kita di kehidupan yang mendatang. Untuk kau yang disana, bantulah aku dalam kehidupanku yang mungkin tak kan lagi berjalan lurus ini.

Kini jalanku telah mulai berkelok bahkan tajam, bimbinglah aku dalam kehidupan yang membawaku mendekati kemunafikan. Untuk dirimu yang disana, temani aku hingga wajahku menyapu tanah dan ruh ku berjalan menuju diriNya. Untuk dirimu yang disana, pegang tanganku dengan erat dan jangan lepaskan karena kau adalah arah bagiku dalam dunia yang kini membutakan mataku hingga saat ini. Untuk dirimu yang disana, aku membutuhkan dalam segala keadaan. Jadilah bagian dari hidupku yang kelak akan mendampingiku merasakan nikmatnya surgaNya.

crowded of my life

Kenapa saat otakku mulai tenang
Kembali masa kelamku mengetuk pintuku
Membuatku kembali merasakan pahit
Yang telah lama aku sisihkan
Saat aku mulai mengenal bunga yang indah
Selalu saja ada hal yang membuatku bimbang
Selalu saja ada bunga yang mengikatku
Dan memaksaku untuk membuat pilihan
Apakah seluruh jalan hidupku seperti ini…

Saat aku mulai melangkah ke masa depan
Selalu saja ada hambatan yang mengekoriku
Membayang-bayangi langkah kaki-kakiku
Membuatku terhenti dan terpaku
Seakan hanya mampu berdiri dan memandang
Dari tempatku berdiri kearah masa depanku…
Kenapa ketakutanku tak ada ujungnya
Membuatku semakin tak berdaya
Hingga kapan aku harus menyimpan
Semua kehancuranku selama ini

Bersyukur, karena tak seorangpun tahu
Untuk sejauh ini…
Untuk bungaku, maafkan …
Karena hatiku sekarang diambang keraguan
Bukan karena dirimu
Bukan karena hidupmu
Bukan karena duniamu
Tapi karena diriku sendiri
Seakan aku tak cocok ada disampingmu
Untuk saat ini saja…..
Maafkan aku tuk sekali lagi wahai bungaku…

with no title

Hangat…..
Lama tak dirasakan dalam hati,
Hanya kenangan yang menjalar
Kian menari-nari dalam relung,
Membuatnya seakan pahit.

Menatap…
Langit biru yang mampu bebas
Terbang kemanapun ia ingin,
Putih, abu-abu bahkan kelam,
Tebarkan air dan kesejukan.

Andai….
Hidup ini berjalan seperti
Apa yang diinginkan jiwa,
Maka hidup ini begitu berarti,
Tanpa rasa keruwetan mampir.

Namun….
Kata tetaplah kata,
Bahkan imajinasipun tak mampu lagi tertawa,
Mata tak lagi tajam untuk melihat,
Dan kaki tak lagi mampu menuntun jiwa
Yang kini sedang merapuh pelan,
Dengan cristal merangkak keluar
Dari kelopak mata sang pujangga.

Malam…
Jiwaku ingin bercerita padamu,
Ia telah jatuh cinta
Namun ia takut untuk mengatakannya.
Sang dicinta begitu mempesona
Meski kata dunia tak sebanding
Dengan intan permata berkilau
Namun hatiku terpaku melihat parasnya
Apakah ini yang terjadi
Ketika tenggorokan padang
Menemukan air zam-zam yang suci
Akankah semua ini telah digariskan
Ataukah hanya ilusi diatas tanah saja…?

Oh embun sejuk ku,
Taukah kau bahwa ada jiwa
Yang sedang merindukanmu
Merindukan parasmu
Dan senyum tenangmu

Masa, katakanlah padaku
Ini bukanlah mimpi..
Karena aku tak ingin tebangun
Dari mimpi indah ini…

being alone

K.E.S.E.N.D.I.R.I.A.N…hal yang paling kubenci untuk kesekian kalinya, hal yang menurutku sangat kasihan. Tapi kini itu merasuk dalam hidupku untuk saat ini, membuatku tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya pergi dari hatiku. Sebuah kesendirian yang dari dulu ku takutkan pelan-pelan menggerogoti hidupku yang pernah mulai berwarna setelah sekian lama terkubur oleh masa. Jarak membuatku tersendirikan oleh nya, jarak yang tak nyata namun mampu membuatku tak mengenalnya lagi.

Apa yang telah Allah rencanakan untuk ku kali ini, kapan akan Allah berikan jalan keluar untukku seperti sedia kala ketika aku bertemu dengan masalah-masalah yang rumit untuk aku selesaikan. Cobaan apa lagi yang harus aku hadapi agar aku mampu menemukan kehidupanku yang tenang tanpa fikiran? Aku tahu, PiNK yang telah membuatku seperti ini.

PiNK yang telah membuatku menjadi kembali tak berwarna setelah ia pula yang membagi warna nya untuk hidupku. Nafasku kini kembali tersendat oleh kekosongan otakku, membawaku ke lamunan yang tak bermutu. Membawaku ke dunia yang tidak aku kenal sebelumnya, dunia yang bernuansa gelap tanpa celah. Waktu, katakana padaku sedang apakah dia? Apakah dia bersuka cita akan kelemahanku? Bawakan bisikku kepadanya dan tunggulah hingga ia membalas puisiku dengan senyumannya, sebelum itu janganlah kembali menjengukku.

Selamat tinggal hidup cerahku, kutitipkan kau ke cakrawala dan nanti akan kujemput ketika mentari sudah bosan dengan nyanyianmu dan malam mulai mual dengan canda tawamu. Dan saat itu aku akan mencoba hadir dengan dengan segala senyumnya yang kubawa untuk obati kesendirianmu…

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Just Another Thought

perjalanan jemari dalam rentang yang berbeda

Afriq Yasin Ramadhan

Media curhatan digital

denandika

learning for around the world